Mengirim barang dari Belanda ke Indonesia

Menjelang kepulangan saya ke Indonesia, salah satu hal yang memakan cukup banyak waktu dan tenaga adalah mengepak dan mengirimkan barang-barang saya ke Indonesia. Setelah 3.5 tahun tinggal di benua Eropa, ternyata cukup banyak barang yang saya kumpulkan, terutama alat-alat dapur. Untuk pengemasan, saya menggunakan kardus pindahan Jättene dari Ikea berukuran 56x33x41 cm dengan maximum isi barang 30kg. Sebetulnya salah satu teman menyarankan untuk tidak menggunakan kardus Ikea karena kurang kuat, tapi untuk kepindahan saya yang terakhir dari Austria ke Belanda saya menggunakan kardus Ikea ini dan alhamdulillah selamat. Ditambah lagi saya malas keluar mencari kardus lain, saya pun menggunakan kardus yang sudah ada. Total ada 4 kardus yang saya penuhi dengan barang-barang seberat 66 kg. Saya berusaha membagi barang sesuai berat supaya kardus tidak mudah jebol sehingga masing-masing kardus akhirnya memiliki berat 16-17 kg saja. Untuk pengemasan, saya menggunakan plaster berwarna cokelat untuk menutup seluruh permukaan kardus sekaligus menguatkan sambungannya. Berikutnya saya membungkus setiap kardus dengan cling wrap agar lebih tahan air. Setelah 3 kardus, karena kehabisan cling wrap, saya pun membungkus kardus terakhir dengan kantung sampah hitam yang saya belah sisi-sisinya. Penampakan kardus setelah dibungkus seperti ini:

C360_2015-04-27-11-14-08-820
Kardus Ikea yang sudah dibungkus

Saya pun mulai mencari perusahaan jasa pengiriman barang dengan kontainer. Di tahun 2009, ketika saya pulang ke Indonesia dari Jerman, saya menggunakan jasa Ruhr kontainer. Kali ini saya mencari jasa serupa dari Belanda. Saya mencari lewat mesin pencari google dan juga bertanya ke teman-teman yang sudah pernah mengirim barang ke Indonesia. Pencarian saya membuahkan tiga alternatif:

Bagus dan Holindo keduanya berbasis di Belanda, dan Pulang Kampung di Jerman tapi juga melayani penjemputan ke Belanda. Kesan di awal, website Holindo menurut saya terlihat paling profesional. Adapun Pulang Kampung menerapkan beberapa aturan yang lebih ketat dibandingkan yang lain, dari segi barang-barang yang tidak boleh dikirim dan dari segi pengemasan. Karena ingin barang saya dijemput ke rumah, saya akhirnya mempertimbangkan Bagus dan Holindo saja karena biaya penjemputan yang saya pikir akan lebih murah dibandingkan dengan jika barang saya dijemput dari Jerman. Dua teman yang pernah menggunakan jasa Bagus dari Eindhoven mengatakan bahwa penjemputan barang tidak tepat waktu. Satu orang terpaksa menitipkan barangnya dulu di rumah teman karena ia keburu pulang, dan satu orang lagi akhirnya berpindah menggunakan jasa Pulang Kampung. Berdasar pengalaman ini, ditambah dengan hasil diskusi dengan teman saya Mbak W yang juga akan pulang ke Indonesia, saya pun menghubungi Holindo lewat contact form di website mereka, dan juga lewat email.

Setelah beberapa hari menunggu dan belum ada balasan, saya pun mulai resah. Mbak W mengatakan bahwa ia langsung mendapat respon sehari sesudahnya. Karena deg-degan karena kepulangan saya sudah dekat, saya pun akhirnya menghubungi Bagus. Meskipun tidak langsung dibalas juga, akhirnya saya ditelpon setelah beberapa hari, mengabarkan bahwa mereka akan berada di Eindhoven hari Senin yang lalu dan menanyakan apakah barang saya mau sekalian dijemput. Saya pun segera mengiyakan. Tidak lama kemudian saya mendapat kiriman faktur dan kode pengiriman yang harus diprint atau ditulis dan ditempel di semua sisi atas setiap kardus. Dari faktur yang diberikan, saya melihat bahwa informasi kontak yang terdapat di website tidak diupdate. Berikut kontak yang mereka cantumkan di faktur, berbeda dengan yang ada di website:

Bagus Cargo
Alamat: Buijs Ballotstraat 5 BU 6, 2693 BD ‘s-Gravenzande
Tel: 0174 284 822
Mob: 06 2838 0768
Tel. IND: +62 (0)878 7214 8228

Ternyata, hanya selang beberapa jam kemudian saya akhirnya mendapat balasan dari Holindo. Mereka mengirimkan penawaran harga untuk jasa pengiriman ini. Karena saya sudah terlanjur mengiyakan pengiriman lewat Bagus, saya pun mohon maaf dan membatalkan permintaan saya sebelumnya. Namun demikian, saya pun sekarang bisa membandingkan struktur biaya antara Holindo dan Bagus di bawah ini:

Komponen Biaya (Euro)
Bagus Cargo Holindo
Basis (per kotak) 4×30=120 4×28=112
Penjemputan ke Eindhoven 25 2×29*=58
Pengiriman lokal ke Bekasi (per kilo) 66*0.35=23.50 66*0.3=19.80
Administrasi 7.5 6
Total 176 195.80

* karena barang saya kurang dari 1 m3 maka dikenakan tambahan 100% biaya penjemputan

Barang saya akhirnya dijemput oleh mas-mas dari Bagus Cargo yang datang dengan mobil van. Karena saya ada keperluan lain sebelumnya, saya tidak sempat menempel  label kode di setiap kardus. Ternyata si mas sudah menyiapkan label-labelnya dan dengan senang hati membantu menempel dengan selotip yang juga sudah disiapkan olehnya. Pengemasan saya juga dinilai sudah cukup dan tidak perlu dikenai biaya pengemasan ulang. Menurut si mas, kontainer akan diberangkatkan pada akhir bulan Mei dan kira-kira bisa diterima sekitar bulan Juli. Saya membayar biaya pengiriman secara cash, dan barang-barang saya pun akhirnya meninggalkan apartemen.

Demikian pengalaman saya mengirim barang, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan. Post ini akan saya update setelah barang saya sampai, ditambah dengan pengalaman Mbak W yang menggunakan Holindo.

Update
Barang saya sampai dalam 4 bulan. Setelah saya tunggu-tunggu dan tidak ada kabar, saya akhirnya menelepon perwakilan kargo di Indonesia. Sehari kemudian barangnya langsung di antar ke rumah di Bekasi. Mungkin barangnya sudah ada jauh sebelumnya, dan kita memang harus aktif menanyakan. Semua kardus sampai dengan selamat dan tidak ada yang robek.
Dari cerita sekilas Mbak W, barangnya via Holindo sampai lebih cepat dan tidak perlu ditelpon dulu sudah langsung diantar ke alamat tujuan.